Penampilan Bukanlah Tujuanku

 Duhai hamba, di manapun engkau berada...

Ingatlah! penampilanku didepanmu, bukanlah tujuanku,

Yang menjadi tujuanku adalah penampilanku di hadapan-Nya...

Dulu diriku, sebelum berangkat ke tanah suci bukanlah siapa-siapa,

Kini diriku, setelah berangkat dari tanah suci juga bukanlah siapa-siapa, 

Sama seperti dulu...

Yang ingin kuperbaiki adalah akhlaq pada diri ini, 

Bagaimanakah caranya diri ini semakin dekat kepada-Nya?

Bukan,

Bagaimana diri ini semakin dekat di mata manusia?...

Ya robb, mohon bantulah hamba untuk semakin mulia disisi-Mu,

Begitu banyak godaan yang datang,

Begitu banyak gunjingan semakin didengar,

Begitu banyak pra-sangka yang hadir,

Begitu banyak hal-hal baru yang harus kuhadapi,

Dengan segala kerendahan hati ini, 

Tolong tuntunlah hamba-Mu ini selalu berada pada jalan yang lurus,

Jalan yang didambakan setiap insan...

Semoga umroh ini mabrur, Aamiin...

       Inilah sekilas senandung bagi setiap hamba yang berada pada dilema pemikiran setelah umroh atau dilema penampilan diri mereka yang bisa menjadi bahan pembicaraan bagi setiap mata yang memandang mereka. Kita, sebagai hamba, harus memposisikan diri kita pada jalan yang ditentukan oleh Allah SWT. Terkadang penampilan kita yang indah, orang-orang semakin banyak yang mendekati, padahal itu hanyalah antusias manusia untuk mencari sensasi.

      Bagi pembaca, harapan penulis hanyalah semoga tulisan ini menginspirasi kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, bukan hanya baik di mata manusia. Tetapi, baik disisi Allah SWT.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Implementasi Rasa Syukur

Sebuah Perjalanan